fahriahmadsafar.blogspot.com

info lomba sholawat albanjari, bisa temen2 update disni, tak tunggu ... .

fahriahmadsafar.blogspot.com

info lomba sholawat albanjari, bisa temen2 update disni, tak tunggu ... .

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

fahrielbanjari.blogspot.com/

KOSONG.

fahrielbanjari.blogspot.co

KOSONG.

Tampilkan postingan dengan label Makalah Berbahsa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makalah Berbahsa Indonesia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Januari 2012

PENGEMBANGAN KALIMAT KARYA ILMIAH

Dalam menulis karya ilmiah, perlu diperhatikan syarat-syarat pengembangan kalimat efektif. Beberapa syarat tersebut dikemukakan berikut ini.

Penggunaan Kalimat yang Utuh
Kalimat utuh adalah kalimat yang semua unsur atau bagiannya hadir. Dalam kalimat tersebut, tidak ada bagian yang hilang. Berikut ini disajikan contoh kalimat yang tidak utuh.
Contoh:
(1)    Dalam rapat kemarin menghasilkan lima keputusan yang harus dilakukan bersama.
(2)    Ketidakberhasilan proyek itu karena pemborongnya yang tidak mantap.
(3)    Yakni batik tulis yang khas Jogyakarta.
Ketidakbenaran kalimat (1) disebabkan kalimat tersebut tidak menyebutkan apa atau siapa yang menghasilkan lima keputusan yang harus dilaksanakan bersama. Bagian itu dalam kalimat (1) dihilangkan sehingga pikiran yang diungkapkan kalimat tersebut menjadi tidak utuh lagi.
Dalam kalimat (2)  kita tidak melihat bagian kalimat yang menyatakan perbuatan apa atau dalam keadaan apa yang dilakukan atau dialami oleh ketidakberhasilan proyek itu sehingga dengan hilangnya bagian itu, kalimat menjadi tidak utuh lagi. Lebih-lebih lagi, dalam kalimat (3) ada beberapa bagian yang dihilangkan, yaitu bagian yang menyatakan siapa yang berbuat dan jenis perbuatan apa yang dilakukannya yang diterangkan oleh batik tulis yang khas Jogyakarta itu.
Jika kalimat (1), (2), dan (3) dibetulkan menjadi kalimat yang utuh, kalimat-kalimat itu menjadi sebagai berikut.
(1a)   Dalam rapat kemarin, mereka menghasilkan lima keputusan yang harus dilakukan bersama.
(2a)   Ketidakberhasilan proyek itu terjadi karena pemborongnya yang tidak mantap.
(3a)   Batik yang dipakai oleh Shinta itu tergolong ke dalam batik tulis yang khas, yaitu batik tulis yang khas Yogyakarta.
Kalimat (1) dapat juga kita betulkan dengan tidak menambah bagian lain ke dalam kalimat, tetapi dengan mengubah bentuk menghasilkan menjadi dihasilkan sehingga kalimat itu terjadi
(1b)   Dalam rapat kemarin dihasilna lima keputusan yang harus dilakukan bersama.
Atau dapat juga dibetulkan dengan cara menghilangkan kata dalam, sehingga kalimat tersebut menjadi
(1c)   Rapat kemarin itu menghasilkan lima keputusan yang harus dilakukan bersama.
Beberapa contoh lain ketidaklengkapan unsur kalimat dapat dilihat dalam kalimat-kalimat berikut ini.
(4) Dari hasil penarikan sumbangan memperoleh dana sebesar seratus ribu rupiah.
(5) Pada data itu menunjukkan bahwa orang perempuan lebih banyak daripada orang laki-laki.
Unsur manakah yang merupakan subjek dari predikat (4) memperoleh, dan (5) menunjukkan? Atau kita dapat mengecek dengan, pertanyaan siap yang memperoleh dana sebesar seratus ribu rupiah, dan (5) siapa atau apa yang menunjukkan bahwa orang perempuan lebih banyak daripada orang laki-laki? Jawabannya tidak ditemukan dari ketiga kalimat tersebut. Unsur yang terletak di depan predikat bukan subjek karena didahului oleh preposisi (4) dari, (5) pada yang merupakan petunjuk bahwa unsur itu berfungsi sebagai keterangan. Untuk itu, kalimat itu dapat diubah sebagai berikut.
(4a) dari hasil penarikan sumbangan diperoleh dana sebesar seratus ribu
        rupiah.
(4b)   Dari hasil penarikan sumbangan kita (kami, anak-anak, kepala sekolah) memperoleh dana sebesar sartus ribu rupiah.
(4c)   Hasil penarikan sumbangan memperoleh dana sebesar sartus ribu rupiah.
(5a)   Pada data itu ditunjukkan bahwa orang perempuan lebih banyak daripada orang laki-laki.
(5b)   Pada data itu kami (kami, dia, penulis) menunjukkan bahwa orang perempuan lebih banyak daripada orang laki-laki.
(5c)   Data itu menunjukkan bahwa orang perempuan lebih banyak daripada orang laki-laki
Kalimat berikut  tidak mempunyai predikat.
(6) Percobaan ini untuk menemukan bibit padi unggul.
(7) Bacaan yang menarik minat anak usia sekolah dasar perlu diperhatikan dalam penyususnan buku pelajaran.
Kalimat di atas dapat diperbaiki sebagai berikut.
(6a)   Percobaan itu menemukan bibit padi unggul.
(7a)   Bacaan yang menarik minat anak usia sekilah dasar perlu diperhatikan dalam penyususnan buku pelajaran.
Kalimat di atas dapat juga diperbaiki sebagai berikut.
(6b)   Percobaan itu dimaksudkan untuk menemukan bibit padi unggul.
(7b)   Bacaan yang menarik minat anak usia sekolah dasarlah yang perlu diperhatikan dalam penyususnan buku pelajaran.
(7c)   Yang perlu diperhatikan dalam penyususnan buku pelajran adalah/ialah bacaan yang menarik minat anak usia sekolah dasar.

Penggunaan Kalimat yang Jelas
Kalimat yang strukturnya jelas dapat menunjukkan secara tegas tipe struktur mana yang digunakan. Berikut ini disajikan contoh kalimat yang strukturnya tidak jelas.
(8) Saya akan tanyakan masalah pemilihan mahasiswa teladan.
(9) Bapak sudah katakan bahwa kau harus belajar lebih giat lagi.
(10) Anda herus tunjukkan kebenaran kata-kata Anda itu.

PENGGUNAAN KOSAKATA

Sumber dan Cara Pengembangan Kosakata
Perkembangan kosakata diperlukan dalam kaitannya dengan usaha perkembangan konsep dan gagasan kehidupan modern. Dalam hal ini, ada dua masalah pokok yang perlu diperhatikan, yaitu masalah sumber pengembangan dan cara pengembangannya. Dua masalah tersebut dikemukakan berikut ini

Sumber Pengembangan Kosakata dari Bahasa Indonesia
Kata Indonesia yang dapat dijadikan bahan istilah kata umum, baik yang lazim maupun yang tidak lazim, yang memenuhi salah satu syarat atau lebih berikut ini.
1)   Kata yang dapat dengan tepat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan atau sifat yang dimaksudkan.
Contoh:
tunak (steady), telus (percolate), imak (simulate)

2)   Kata yang lebih singkat daripada yang lain yang beracuan sama.
Contoh:
gulma bukan tumbuhan pengganggu
suaka (politik) bukan perlindungan (politik)
3)   Kata yang tidak bernilai rasa (konotasi) buruk dan yang sedap didengar (eufonik).
Contoh:
pramuria bukan hostes, tunakarya bukan penganggur

PENGGUNAAN HURUF DAN TANDA BACA

Penggunaan Huruf kapital

1)      Huruf pertama kata pada awal kalimat
Contoh:
Siapa temanmu?
Semua harus datang.
2)      Huruf pertama petikan langsung
Contoh:
Adik bertanya, “Kapan kita pulang?
”Kemarin datangnya,”  kata  Ibu.
3)      Huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan
Contoh:
Allah, Yang Mahakuasa, Yang Maha Pengasih, , Quran, Weda, Islam, Kristen.
Bimbinglah hamba-Mu, ya Tuhan, ke jalan yang Engkau beri rahmat.
4)      Huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.
Contoh:
Sultan Hasanuddin,
Haji Agus Salim
5)      Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang.
 Contoh:
Dia baru saja diangkat menjadi sultan.
Tahun ini ia pergi naik haji.

6)      Huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat.
Contoh:
Wakil Presiden Moh. Hatta, Perdana Menteri Nehru, Profesor Heru, Gubernur Irian Jaya.
7)      Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti nama orang, nama instansi, atau nama tempat.
Contoh:
Siapakah gubernur yang baru dilantik itu?
Kemarin Brigadir Jendral Ahmad dilantik menjadi mayor jenderal.
8)      Huruf pertama unsur-unsur nama orang
Contoh:
Imam Suyitno, Retno Sulistyowati, Shinta Ika Prastiwi, Heni Dwi Arista, Kartini
9)      Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran
Contoh:
Mesin diesel, 15 volt, 5 ampere
10)  Huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa
Contoh:
bangsa Indonesia
suku Using
bahasa Using
11)  Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama bangsa, suku, dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk dasar kata turunan
Contoh:
Mengindonesiakan kata asing yang keinggris-inggrisan
12)  Huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah
Contoh:
tahun Hijriah, bulan Maulid, hari Jumat, hari Lebaran, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Perang Dunia II
13)  Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak dipakai sebagai nama
Contoh:
Sukarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsanya.
Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang dunia.
14)  Huruf pertama nama geografi
Contoh:
Asia Tenggara, Banyuwangi, Bukit Barisan, Cirebon, Danau Toba, Dataran Tinggi Dieng, Gunung Semeru, Jalan Diponegoro, Jazirah Arab, Kali Brantas, Lembah Baliem, Ngarai Sihanok, Selat Lombok.

Metode Penulisan karya Ilmiyah

Tahapan Penulisan Ilmiah

  • Tahap Pemilihan Topik atau Pokok Bahasan
  • Tahap Pengumpulan Informasi dan Bahan
  • Tahap Evaluasi Informasi dan Bahan
  • Tahap Pengelolaan Pokok-pokok Pikiran
  • Tahap Penulisan
  • Tahap Penyuntingan

Keterampilan yang diperlukan dalam menulis ilmiah
  • Keterampilan bahasa (ejaan, pilihan dan bentikan kata, kalimat, paragraf)
  • Keterampilan penyajian (sistematika penyajian judul, subjudul, sub-subjudul)
  • Keterampilan perwajahan (format, ukuran kertas, jenis kertas, tipe huruf, penjilidan, bibliografi, apendiks, lampiran)

Hal penting dalam penulisan ilmiah:
  • gaya penulisan dalam membuat pernyataan ilmiah harus jelas dan tepat dalam penyampaian pesan yang bersifat reproduktif dan impersonal.
  • teknik notasi dalam menyebutkan sumber dari pengetahuan ilmiah yang dipergunakan dalam penulisan
  • Penulisan ilmiah harus menggunakan bahasa yang baik dan benar.
  • Karena bersifat reproduktif, penerima pesan harus mendapat kopi yang sama dengan si pemberi pesan.
  • Karena bersifat impersonal, tulisan ilmiah tidak boleh menggunakan pernyataan yang menggunakan kata ganti penulisnya.
  • Dalam tulisan ilmiah, sering digunakan kalimat pasif.
  • Pembahasan secara ilmiah mengharuskan kita berpaling kepada pengetahuan-pengetahuan ilmiah sebagai premis argumentasi (sumber kutipan).
  • Teknik notasi ilmiah dapat menggunakan catatan kaki, tapi lebih disarankan menggunakan teknik kutipan dan umber rujukan.

Kecenderungan sikap ilmiah
  • Keinginan mengetahui dan memahami
  • Kecondongan bertanya semua hal
  • Kecondongan mencari data dan makna
  • Kecondongan menuntut pengujian empiris
  • Penerapan logika
  • Kecermatan dalam memeriksa pakal pikir

Ciri Tulisan Ilmiah
  • Empiris: informasi yang disampaikan bersifat faktual yang diperoleh berdasarkan hasil pengamatan, kajian pustaka, penelitian.
  • Sistematis: adanya keteraturan, keterkaitan, dan ketergantungan antarbagian
  • Objektif: bebas dari prasangkan perorangan/pribadi
  • Analitis: berusaha membeda-bedakan pokok soalnya ke dalam bagian yang lebih rinci.
  • Verifikatif: mengandung kebenaran ilmiah yang dapat diuji

Sumber kesesatan dalam berpikir ilmiah
  • Penggunaan istilah yang tidak tepat dapat menimbulkan kesalahan penafsiran
  • Hal yang tidak relevan dicantumkan dalam karya tulis, misalnya mencantumkan perasaan pribadi, sehingga tidak berpusat pada apa yang dipikir tapi pada siapa yang diajak berpikir.
  • Apa yang ada dalam kausalitas logis, belum tentu ada dalam kausalitas empiris.
  • Penggunaan definisi sebagai pangkal pikir yang salah.
  • Penghindaran dari sumber kutipan yang menantang gagasannya, sehingga tidak mau menerimanya (Kaum pragmatis tidak mau memperhatikan pandangan kaum analis yang kompleks)
untuk lebih lengkapnya bisa temen2 dowload disini

Jumat, 13 Januari 2012

Pemikiran pendidikan Islam Ibnu Maskawih

      2.            IBN MISKAWAIH
A. Riwayat Hidup
            Nama lengkapnya adalah Ahmad Ibn Muhammad Ibn Ya’qub Ibn Miskawaih. Ia lahir pada tahun 320 H/ 932 M di Rayy, dan meninggal di Isfahan pada tanggal 9 Shafar 412H/ 16 Februari 1030 M. Ibn Miskawaih hidup pada masa pemerintahan dinasti Buwaihi (320-450H/ 932-1062M) yang sebagian besar pemukanya bermazhab Syi’ah.[1]
            Ibn Miskawaih dikenal sebagai sejarawan besar yang kemasyhurannya melebihi pendahulunya, At Thabari. Ia juga dikenal sebagai dokter, penyair dan ahli bahasa. Keahlian Ibn Miskawaih dalam berbagai bidang ilmu tersebut antara lain dibuktikan dengan karya tulisnya berupa buku dan artikel. Jumlah buku dan artikel yang berhasil ditulis oleh Ibn Miskawaih ada 41 buah.

Kamis, 12 Januari 2012

Pemikiran pendidikan Islam Al Ghozali

      1.            Al Ghozali
  1. Riwayat Hidup
Nama lengkapnya adalah Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al Ghazali dilahirkan di Thus, sebuah kota di Khurasan, Persia, pada tahun 450 H atau 1058 M. Disebuah desa kecil bernama Ghazalah Thabaran, bagian dari kota Tus wilayah Khurasan (Iran). Orang tuanya bekerja sebagai pemintal wol yang dalam bahasa Arab disebut ghazzal. Adapun penisbatan nama al Ghazali terdapat dua pendapat yakni al Ghazali dengan memakai satu z dinisbatkan peda tempat kelahirannya, sedangkan al Gazzali dengan dua z dinisbatkan pada pada tempat pekerjaannya sebagai pemintal wol Ghazzal.[1]
Diluar itu semua beliau menyatakan bahwa sasaran pendidikan menurut Al Ghazali telah dilukiskan sejalan dengan pandangannya tentang hidup dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, artinya sejalan dengan filsafatnya, yang menggabungkan antara potensi sukma dhulani dan sukma dzahiri.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More